Thursday, October 8, 2026
HomeBursaIHSG Jumat Menguat Jelang Rilis Data Domestik Pekan Depan

IHSG Jumat Menguat Jelang Rilis Data Domestik Pekan Depan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berakhir di zona hijau pada perdagangan Jumat, setelah sempat tertekan pada sesi pertama. IHSG ditutup naik 27,39 poin atau 0,46 persen ke level 6.036,89.

Penguatan juga terjadi pada indeks saham unggulan. Indeks LQ45 bertambah 3,08 poin atau 0,52 persen menjadi 595,46. Pergerakan pasar berlangsung menjelang rilis sejumlah indikator ekonomi domestik yang akan menjadi perhatian investor pada pekan depan.

IHSG diproyeksikan bergerak di kisaran 6.000-6.200

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim, dalam kajiannya di Jakarta, Jumat, menyebut IHSG masih cenderung berkonsolidasi di sekitar level psikologis 6.000. Untuk perdagangan pekan depan, ia memperkirakan indeks bergerak sideways dengan kecenderungan menguat dalam rentang 6.000-6.200.

Sejumlah data ekonomi yang dijadwalkan terbit pekan depan meliputi cadangan devisa pada Rabu (7/10), indeks keyakinan konsumen pada Kamis (8/10), serta data penjualan ritel dan penjualan otomotif pada Jumat (9/10). Data-data tersebut akan dicermati pelaku pasar sebagai salah satu acuan untuk menilai kondisi ekonomi domestik.

Dari kawasan Asia, bursa regional bergerak variatif dengan kecenderungan melemah. Investor masih memantau perkembangan geopolitik, termasuk rencana Amerika Serikat mengerahkan kapal induk dan pasukan tambahan ke Timur Tengah.

Ancaman gangguan energi menjadi perhatian pasar

Rencana tersebut dinilai berpotensi meningkatkan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran serta menimbulkan gangguan lanjutan terhadap pasokan energi regional. Associate Director of Research and Investment Maximilianus Nico Demus mencatat, pasar mengkhawatirkan kemungkinan eskalasi konflik yang dapat kembali mendorong kenaikan harga minyak.

Kenaikan harga minyak, menurut kajian tersebut, berpotensi menambah tekanan terhadap inflasi. Perkembangan geopolitik itu menjadi salah satu faktor eksternal yang membayangi pergerakan pasar saham di tengah perhatian investor terhadap data ekonomi domestik.

Sektor teknologi dan energi memimpin penguatan

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, delapan sektor tercatat menguat. Sektor teknologi memimpin dengan kenaikan 1,51 persen, disusul sektor energi yang naik 1,12 persen. Penguatan berikutnya terjadi pada sektor barang konsumen primer sebesar 0,67 persen, barang baku 0,47 persen, properti 0,4 persen, kesehatan 0,2 persen, dan keuangan 0,2 persen.

Sementara itu, tiga sektor melemah. Sektor transportasi dan logistik turun 1,38 persen, infrastruktur terkoreksi 0,9 persen, sedangkan barang konsumen nonprimer turun 0,07 persen.

Saham dengan kenaikan harga terbesar antara lain BLTZ, BSWD, ROCK, MBSS, dan STAR. Adapun saham yang mengalami penurunan terbesar adalah ALKA, XBID, CCSI, HOPE, dan FORU.

Sepanjang perdagangan Jumat, volume transaksi mencapai 120,6 miliar saham dengan nilai Rp12,24 triliun dan frekuensi 1,614 juta kali. Sebanyak 332 saham menguat, 357 saham melemah, dan 274 saham lainnya tidak berubah.

Di pasar regional, Nikkei turun 0,87 persen, Hang Seng melemah 2,60 persen, dan Straits Times terkoreksi 0,58 persen. Hanya KOSPI yang menguat, yakni sebesar 0,46 persen.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler