PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) berencana untuk mengambil alih 100 persen modal PT Digital Aplikasi Solusi (Digiserve) guna memperkuat bisnis business to business (B2B) di bidang information and communication technology (ICT). Langkah strategis ini ditujukan untuk meningkatkan kontribusi bisnis enterprise Telkom yang saat ini masih berada di bawah potensi yang seharusnya.
Strengthening B2B ICT Through Digiserve Acquisition
Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, menjelaskan bahwa kepemilikan penuh atas Digiserve akan meningkatkan integrasi perusahaan tersebut ke dalam segmen B2B ICT Telkom. Dengan pengendalian yang lebih kuat, diharapkan sinergi antara keduanya akan semakin terjalin untuk menyajikan solusi ICT yang lebih terintegrasi.
Saat ini, bisnis enterprise masih menyumbang kurang dari 15 persen terhadap pendapatan Telkom, yang di mata Vera masih jauh dari optimal. Hal ini mencerminkan potensi pertumbuhan yang besar mengingat permintaan pasar yang terus meningkat.
Benchmark from Global Telecommunication Companies
Menariknya, kontribusi bisnis enterprise pada perusahaan telekomunikasi global telah mencapai 20-40 persen dari total pendapatan grup. Telkom berencana untuk mengejar capaian tersebut sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan skala bisnis B2B ICT ke depan.
Sebelumnya, Digiserve merupakan perusahaan patungan antara Telkom dan Telstra Corporation Limited asal Australia dengan nama Telkomtelstra. Namun, dengan akuisisi ini, Telkom akan menjadi pemegang saham utama Digiserve secara langsung, menandai langkah transformasional dalam menguatkan bisnis enterprise perusahaan.
Proses pengambilalihan saham Digiserve masih dalam tahap persetujuan korporasi dan pemenuhan persyaratan lainnya sesuai dengan regulasi yang berlaku. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Telkom untuk terus tumbuh dan berkembang dalam menghadapi persaingan industri yang semakin ketat.
Dengan langkah strategis ini, Telkom berharap dapat memperkuat posisinya dalam menyediakan solusi ICT end-to-end yang sesuai dengan tuntutan pasar dan perkembangan teknologi saat ini. Semua ini dilakukan dalam upaya untuk mendapatkan kontribusi bisnis enterprise yang lebih signifikan dalam portofolio pendapatan Telkom ke depan.


