Thursday, October 8, 2026
HomeBursaIHSG Melemah: Sentimen Global dan Domestik Mempengaruhi Pasar

IHSG Melemah: Sentimen Global dan Domestik Mempengaruhi Pasar






<a href="https://portalnu.com/2026/10/07/ihsg-ditutup-melemah-ikuti-bursa-saham-asia/">IHSG</a> Ditutup Melemah Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

IHSG Ditutup Melemah Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Minggu ini, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal.

Sentimen Eksternal dan Internal

Pada Senin, IHSG ditutup melemah sebesar 16,81 poin atau 0,25 persen menjadi 6.619,67. Demikian juga dengan indeks LQ45 yang turun 1,17 poin atau 0,18 persen menjadi 656,42.

Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico, pergerakan IHSG pada awal pekan dipengaruhi oleh faktor sentimen eksternal dan internal.

Sentimen dari Luar Negeri

Di pasar global, bursa Asia bergerak variatif karena ketidakpastian di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Iran dan AS saling melakukan serangan terhadap kapal-kapal mereka, yang berpotensi mendatangkan inflasi baru. Situasi ini membuat pasar menjadi waspada.

Selain itu, data pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan, dengan US Change in Nonfarm Payrolls naik menjadi 162.000 dari sebelumnya 21.000, meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Perkembangan di Dalam Negeri

Di dalam negeri, pelaku pasar juga mengikuti berita terkait bencana alam, seperti letusan Gunung Anak Krakatau yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat, transportasi, dan logistik. Sementara Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa Indonesia pada Agustus 2026 mengalami peningkatan.

Di pasar saham, IHSG dibuka menguat namun bergerak ke zona merah sepanjang hari. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sektor industri menjadi yang paling menguat, sementara sektor teknologi mengalami penurunan harga.

Pada perdagangan tersebut, saham-saham seperti MEDS, NZIA, HALO, SOHO, dan SHID mengalami kenaikan harga terbesar, sedangkan HOPE, JAYA, AKSI, LUCY, dan LOPI mengalami pelemahan harga terbesar.

Frekuensi perdagangan saham mencapai 2.119.000 kali transaksi dengan 35,26 miliar lembar saham senilai Rp13,62 triliun yang diperdagangkan. Terdapat 300 saham yang naik, 348 saham menurun, dan 315 saham stagnan.

Dari sisi regional, bursa Asia juga mengalami pergerakan yang beragam.

Artikel ini disadur dari ANTARA


Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler