Perbanas Dorong PFII Ciptakan Nilai Tambah bagi Ekonomi RI
Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menegaskan pentingnya ekosistem Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Lebih dari sekadar mendaur ulang modal yang sudah ada, Perbanas berharap PFII mampu mendatangkan investasi asing baru yang dapat meningkatkan kapasitas perekonomian Indonesia.
Investasi Asing Baru, Bukan Sekadar Round Tripping
Wakil Ketua Umum Perbanas, Tigor M. Siahaan, menekankan perlunya adanya modal asing yang masuk ke Indonesia, bukan hanya modal yang berputar tanpa memberikan nilai tambah yang signifikan. Hal ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menjadikan Indonesia sebagai basis investasi bagi negara lain.
Risiko yang Perlu Diwaspadai
Selain menciptakan nilai tambah, Tigor juga menyoroti risiko yang mungkin timbul, seperti kompleksitas transaksi, potensi pencucian uang, penghindaran pajak, dan perlunya regulasi yang kuat sesuai standar Financial Action Task Force (FATF). Hal ini penting untuk menjaga transparansi dan integritas dalam ekosistem keuangan Indonesia.
Persaingan dan Inovasi dalam Industri Keuangan
Perbanas menilai keberhasilan PFII dapat meningkatkan persaingan dalam industri keuangan nasional. Meskipun dapat menjadi tantangan bagi lembaga keuangan lokal, persaingan ini diharapkan akan mendorong inovasi dan peningkatan kualitas layanan bagi konsumen. Sebagai contoh, liberalisasi sektor perbankan sebelumnya telah mendorong perbankan nasional untuk bersaing dengan bank-bank asing.
Berdasarkan pengalaman pusat keuangan internasional lainnya seperti DIFC, Singapore Financial Centre, GIFT City di India, dan Hong Kong International Financial Centre, Perbanas menyatakan enam prasyarat utama untuk pengembangan PFII. Ini termasuk kepastian hukum, regulasi yang kompetitif, infrastruktur digital, sumber daya manusia berkualitas global, serta tata kelola dan perlindungan investor yang kuat.
Langkah-langkah Strategis Pengembangan Ekosistem PFII
Perbanas juga mengusulkan delapan langkah penting dalam pengembangan ekosistem PFII, seperti pembentukan otoritas khusus, kepastian hukum, regulasi yang kompetitif, dan pengembangan pusat wealth management. Selain itu, pendalaman pasar keuangan, penguatan talenta global, dan kolaborasi aktif dengan berbagai pihak juga menjadi fokus dalam upaya mendukung kesuksesan PFII di Indonesia.
Sebagai mitra dan pemangku kepentingan, Perbanas siap berperan aktif dalam mendukung pengembangan PFII dan menjadikannya sebagai pusat keuangan internasional yang kompetitif dan berdaya saing di tingkat global.


