Komunitas Berperan Penting dalam Pelestarian Bahasa Betawi
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten, Devyanti Asmalasari, menekankan peran penting komunitas dalam mempertahankan keberlangsungan bahasa Betawi melalui berbagai kegiatan tradisi dan seni. Dalam Simposium Kebudayaan Jakarta 2026 di Jakarta, Devyanti menjelaskan bahwa komunitas memiliki peran vital dalam menjaga kehidupan bahasa Betawi.
Selain komunitas, keluarga juga menjadi salah satu pilar utama dalam melestarikan bahasa daerah seperti Betawi. Bahasa Betawi sering digunakan sebagai bahasa pengantar dalam percakapan antar-anggota keluarga. Menurut Devyanti, keberlangsungan bahasa daerah sangat bergantung pada penggunaan, warisan, dan penghargaan terhadap bahasa tersebut.
Dukungan dari Berbagai Sektor Diperlukan
Devyanti juga menegaskan bahwa dukungan dari berbagai sektor, termasuk pemerintah, lembaga kebahasaan, badan bahasa, keluarga, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, media, industri kreatif, dunia usaha, dan masyarakat umum sangat diperlukan dalam menjaga keberlangsungan bahasa Betawi. Ekosistem pewarisan bahasa harus dijaga agar bahasa Betawi tetap hidup di berbagai aspek kehidupan masyarakat Jakarta.
Bahasa Betawi dianggap sebagai bagian otentik dari identitas Jakarta dan mampu meningkatkan daya saing kota sebagai entitas global. Namun, terdapat penurunan jumlah penutur bahasa Betawi, terutama di kalangan generasi muda. Beberapa faktor seperti anggapan bahwa bahasa global lebih “trendy” dapat memengaruhi penurunan penggunaan bahasa Betawi.
Devyanti menekankan pentingnya menciptakan rasa bangga, kesetiaan, dan kesadaran terhadap Bahasa Betawi di kalangan masyarakat Betawi. Pemerintah daerah telah menetapkan regulasi yang jelas terkait pelestarian bahasa daerah, namun upaya nyata dari berbagai pihak masih dibutuhkan untuk menjaga kelestarian bahasa Betawi di tengah arus globalisasi.
Sumber: ANTARA


