Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan pada sesi perdagangan Rabu sore akibat pengumuman dari penyedia indeks global, S&P Dow Jones.
IHSG Ditutup Melemah
Pada penutupan perdagangan, IHSG terpangkas sebanyak 113,12 poin atau 1,89 persen menjadi 5.873,37. Sedangkan indeks LQ45, yang merupakan kelompok 45 saham unggulan, turun sebesar 12,04 poin atau 2,02 persen ke level 582,88.
Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus atau yang akrab disapa Nico, IHSG terpukul oleh sentimen negatif dari rilis S&P Dow Jones.
Pemantauan Khusus dari S&P Dow Jones
Nico menjelaskan bahwa S&P Dow Jones Indices telah memasukkan Indonesia ke dalam watchlist untuk potensi reklasifikasi pasar pada tahun 2027. Hal ini menambah beban pasar keuangan dalam negeri setelah sebelumnya MSCI juga melakukan hal serupa terkait transparansi kepemilikan saham di Indonesia.
S&P Dow Jones Indices akan terus memantau perkembangan terkait transparansi pasar modal di Indonesia dengan mengacu pada panduan baru yang dikeluarkan oleh BEI. Potensi penurunan status pasar Indonesia dari emerging market menjadi frontier market dapat berdampak negatif pada pasar keuangan dalam negeri.
Di kancah internasional, mayoritas bursa saham di Asia mengalami pelemahan akibat risiko geopolitik yang meningkat, terutama ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Serangan udara terbaru terhadap Iran memicu eskalasi ketegangan yang berdampak pada pasar keuangan global.


