Bank Muamalat Indonesia Tbk Memperkuat Tim di Enam Kota untuk Menghadapi Tantangan di Semester II-2026
Memperkuat Tim di Enam Kota
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk telah memperkuat timnya di enam kota guna menghadapi tantangan pada semester kedua tahun 2026. Hal ini dilakukan melalui Synergy Roadshow 2026 yang berlangsung di Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, dan Medan. Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk membangun kolaborasi dan melakukan evaluasi kinerja bisnis di seluruh region Bank Muamalat.
Strategi Bisnis yang Difokuskan pada Segmen Ritel
Dalam keterangannya, Imam juga menekankan pentingnya pertumbuhan yang berkelanjutan. Bank Muamalat menjalankan strategi bisnis yang difokuskan pada segmen ritel, seperti konsumen dan UKM, yang dinilai lebih tangguh, sambil tetap mengembangkan segmen korporasi. Produk unggulan seperti pembiayaan Solusi Emas Hijrah dan pembiayaan UKM mencatat pertumbuhan yang solid. Pembiayaan Solusi Emas Hijrah meningkat lebih dari 11 kali lipat secara tahunan hingga mencapai Rp1,7 triliun pada Maret 2026, dengan kenaikan jumlah rekening nasabah sebesar 274 persen.
Bank Muamalat juga terus memacu pertumbuhan pembiayaan ke sektor UKM dengan nilai outstanding mencapai Rp3,1 triliun, tumbuh 33 persen dari tahun sebelumnya. Imam menegaskan bahwa sektor UKM memiliki peran penting sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional, serta memiliki manajemen risiko yang baik.
Sinergi Bisnis dengan BPKH
Bank Muamalat dan BPKH terus memperkuat sinergi bisnis melalui kerja sama strategis. Salah satu inisiatif kolaborasi yang dilakukan adalah meluncurkan Kartu Haji Indonesia untuk menggantikan penggunaan uang tunai. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kemudahan dan kenyamanan jamaah, tetapi juga mendukung digitalisasi pelaksanaan ibadah haji dan umrah di Tanah Suci.
BPKH telah menunjuk Bank Muamalat sebagai salah satu bank syariah penyedia layanan kustodiannya. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan bagi calon jemaah haji dan umrah, serta memperkuat peran ekonomi syariah dalam mendukung kemaslahatan umat secara lebih luas.


