Status Indonesia Menuju Negara Berpendapatan Tinggi
Indonesia, sebagai negara berpendapatan menengah atas, memiliki potensi untuk naik kelas dan menjadi negara dalam kelompok berpendapatan tinggi. Menurut Ekonom Center for Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet, terdapat tiga agenda penting yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan tersebut.
Hilirisasi ke Industri Bernilai Tambah Tinggi
Yusuf menekankan bahwa Indonesia perlu fokus pada industri dengan nilai tambah tinggi, tidak hanya berhenti pada pengolahan bahan mentah. Hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat.
Investasi dalam Pendidikan, Kesehatan, dan Kualitas Tenaga Kerja
Agar bonus demografi dapat benar-benar menghasilkan produktivitas yang tinggi, investasi dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kualitas tenaga kerja harus dipercepat. Hal ini akan membentuk landasan yang kuat untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Reformasi Regulasi untuk Iklim Usaha yang Efisien
Yusuf juga menyoroti pentingnya reformasi regulasi guna menciptakan iklim usaha yang lebih efisien. Dengan demikian, perusahaan dapat tumbuh dan berinvestasi secara lebih besar, memicu perkembangan ekonomi yang berkelanjutan.
Menuju Target Negara Berpendapatan Tinggi
Meskipun Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara berpendapatan tinggi pada tahun 2045, tantangannya tetap berat. Target pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus diimbangi dengan peningkatan produktivitas secara berkelanjutan.
Yusuf menegaskan bahwa status Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah atas merupakan awal yang baik untuk menghadapi tantangan yang lebih besar. Dengan strategi yang tepat dan kerja keras, Indonesia bisa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah dan menuju transformasi menjadi negara maju.
Perjalanan menuju negara berpendapatan tinggi tidak mudah, namun dengan komitmen yang kuat dan langkah-langkah yang tepat, Indonesia memiliki potensi besar untuk mewujudkannya.


