Menteri Keuangan: Fondasi Ekonomi Kuat Jadi Pilar IHSG
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa tidak ada intervensi khusus yang disiapkan untuk menghadapi tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menurutnya, fondasi ekonomi yang kuat menjadi pilar utama untuk menopang pergerakan IHSG.
Purbaya menegaskan bahwa penilaian harga saham seharusnya didasarkan pada kondisi ekonomi yang baik dan terus membaik. Hal ini disampaikan dalam konfirmasi di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Optimisme Menteri Keuangan terhadap Pergerakan IHSG
Sebelumnya, Menkeu Purbaya menyatakan optimisme bahwa IHSG mampu menguat kembali dengan dukungan dari fundamental perekonomian yang solid. Dia percaya bahwa berbagai indikator ekonomi akan mendorong pergerakan positif IHSG.
Salah satunya adalah angka inflasi pada Mei 2026 sebesar 3,08 persen secara tahunan, yang masih berada dalam rentang target yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Selain itu, penerimaan pajak yang mencapai Rp646,3 triliun per 30 April 2026, juga turut mendukung keyakinan tersebut.
Koreksi Tajam IHSG dan Analisis Pasar Modal
Pada perdagangan Kamis, IHSG mengalami koreksi tajam dengan penurunan lebih dari 4 persen. Menurut pengamat pasar modal, Hendra Wardana, pelemahan tersebut menunjukkan adanya krisis kepercayaan yang serius di pasar.
Wardana melihat bahwa pelemahan pasar saham tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen eksternal, tetapi juga oleh sejumlah faktor domestik. Kekhawatiran terhadap kebijakan ekspor dan arus keluar dana asing menjadi faktor utama yang mempengaruhi perilaku investor.
Di tengah kondisi tersebut, IHSG tercatat melemah pada hari itu. Meskipun sebagian besar bursa saham Asia bergerak menguat, kondisi pasar domestik Indonesia terus dipengaruhi oleh faktor internal yang menciptakan tekanan.


