BEI Optimis Indonesia Tetap Masuk Kategori Emerging Market
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan optimisme bahwa Indonesia tetap masuk dalam kategori emerging market pada indeks MSCI, seiring berbagai reformasi pasar modal yang telah dilakukan. MSCI pada bulan Juni ini akan mengumumkan hasil Annual Market Classification Review yang menentukan status klasifikasi pasar suatu negara dalam indeks MSCI, termasuk Indonesia.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa Indonesia akan tetap berada dalam kategori emerging market. Jeffrey juga mengklarifikasi informasi yang beredar di pasar yang menyebut MSCI menempatkan Indonesia ke dalam kategori frontier market, yang tidak benar.
BEI mengimbau investor agar selalu mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat dan melakukan cross-check atas informasi yang beredar di pasar sebelum mengambil keputusan investasi.
Reformasi Pasar Modal untuk Memulihkan Kepercayaan Investor
BEI menjalankan reformasi pasar modal untuk memulihkan kepercayaan investor, baik domestik maupun global. Dengan peningkatan transparansi, granularitas data, dan informasi terkait high shareholding concentration, BEI berusaha meningkatkan kembali kepercayaan investor pada pasar modal Indonesia.
Dari sisi fundamental, pasar modal Indonesia saat ini dalam kondisi yang baik. Berdasarkan laporan keuangan seluruh emiten per akhir 2025, perusahaan tercatat membukukan pertumbuhan laba lebih dari 21 persen. Pada kuartal I 2026, laba bersih saham-saham LQ45 tumbuh hampir 30 persen, menunjukkan bahwa fundamental perusahaan tercatat dalam kondisi baik.
Hasil Rebalancing Saham-saham Indonesia di Indeks MSCI
Pada 13 Mei 2026, MSCI mengumumkan hasil rebalancing indeks untuk saham-saham Indonesia. Enam saham dihapus dari MSCI Global Standard Index, antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
Di sisi lain, MSCI memasukkan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) ke dalam MSCI Global Small Cap Index. Sejumlah saham lain juga dihapus dari MSCI Global Small Cap Index. Saat ini, BEI terus berupaya menjaga fundamental pasar modal Indonesia agar tetap solid dan menarik bagi para investor.


