Menteri Keuangan Siap Tingkatkan Koordinasi untuk Stabilkan Kurs Rupiah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) guna menstabilkan kembali nilai tukar rupiah. Meskipun menghormati langkah intervensi Bank Indonesia, Purbaya menegaskan akan melakukan langkah-langkah lebih aktif jika diperlukan untuk memperbaiki nilai tukar rupiah.
Pelemahan Rupiah Dipengaruhi Sentimen Pasar
Nilai tukar rupiah melemah hingga 127,5 poin atau 0,71 persen menjadi Rp17.966 per dolar AS pada perdagangan Rabu. Purbaya menyatakan bahwa pelemahan rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen pasar daripada kinerja ekonomi nasional. Banyak isu negatif dan spekulasi yang beredar di pasar telah memengaruhi sentimen terhadap rupiah.
Purbaya menegaskan bahwa fokusnya tetap pada menjaga fundamental perekonomian nasional melalui langkah-langkah intervensi kebijakan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, fundamental ekonomi yang kuat akan menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam jangka panjang.
Langkah Bank Indonesia dan Pemerintah
Bank Indonesia juga memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, dalam menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah. Sebagai langkah konkret, BI memberlakukan ketentuan baru terkait threshold tunai beli valas tanpa underlying sebesar 25.000 dolar AS per bulan per pelaku mulai 2 Juni 2026.
BI juga terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral melalui skema local currency transaction (LCT) guna mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan mengurangi risiko volatilitas nilai tukar.
Tinjauan oleh: (Nama peninjau)


