Sunday, June 14, 2026
HomeBisnisPLN LNG: Pilar Transisi Energi Nasional hingga 2034

PLN LNG: Pilar Transisi Energi Nasional hingga 2034

PLN EPI: Infrastruktur Gas dan LNG Mendukung Transisi Energi Indonesia

PT. PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memproyeksikan peningkatan kebutuhan gas untuk pembangkit listrik nasional hingga tahun 2034. Liquefied Natural Gas (LNG) dianggap sebagai komponen kunci dalam menjaga pasokan energi dan mendukung transisi energi di Indonesia.

Kebutuhan Gas dan LNG Terus Meningkat

Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menyatakan bahwa kebutuhan gas PLN diperkirakan akan tumbuh sekitar 4,5 persen setiap tahunnya. Diperkirakan kebutuhan LNG akan meningkat secara signifikan untuk mengatasi penurunan pasokan gas pipa domestik dan memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik nasional. Sektor kelistrikan diproyeksikan memiliki pertumbuhan tertinggi, didorong oleh elektrifikasi di berbagai sektor seperti transportasi, industri, residensial, dan data center.

Kontribusi Kelistrikan Terhadap Energi Primer Nasional

Berdasarkan proyeksi McKinsey dan RUKN 2025, kontribusi kelistrikan terhadap kebutuhan energi primer nasional diperkirakan akan meningkat dari 28 persen pada tahun 2025 menjadi 38 persen pada tahun 2035. Produksi listrik nasional diharapkan akan hampir dua kali lipat dari 283,7 TWh pada tahun 2024 menjadi sekitar 581–584 TWh pada tahun 2034. Meskipun energi baru terbarukan terus berkembang, gas tetap menjadi pilar utama dalam sistem kelistrikan nasional.

Pada tahun 2034, gas diestimasi akan menyumbang sekitar 18-23 persen dalam bauran pembangkit listrik nasional atau setara dengan 132,3 TWh, naik 2,3-2,7 kali lipat dari saat ini. PLN EPI memperkirakan kebutuhan gas akan naik dari 1.748 BBTUD pada tahun 2026 menjadi 2.490 BBTUD pada tahun 2034, sementara kebutuhan kargo LNG diperkirakan akan meningkat dari 103 menjadi 214 kargo dalam periode yang sama.

Penguatan Infrastruktur Gas dan LNG

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan tersebut, PLN EPI tengah memperkuat kontrak jangka panjang gas dan LNG, serta mengembangkan berbagai infrastruktur strategis seperti Floating Storage Regasification Unit (FSRU), LNG carrier, Onshore Receiving Unit (ORU), dan jaringan pipa gas nasional. Beberapa proyek yang sedang berjalan termasuk FSRU di berbagai lokasi di Indonesia serta pengembangan klaster LNG di beberapa wilayah guna mendukung program gasifikasi pembangkit listrik di wilayah kepulauan.

PLN EPI menargetkan kapasitas regasifikasi mencapai 3.850 MMSCFD dengan kapasitas penyimpanan hingga 1,2 juta meter kubik. Menurut Rakhmad, penguatan infrastruktur LNG bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) dan mempertahankan ketahanan energi nasional.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler