Laju Pergerakan IHSG Diprediksi Dibayangi Sentimen Global dan Kebijakan Komoditas
Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi dibuka melemah 9,46 poin atau sekitar 0,14 persen ke level 6.959,94. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Hari Rachmansyah menilai laju pergerakan IHSG selama tiga hari perdagangan ke depan akan banyak dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global dan kebijakan tarif royalti komoditas.
Geopolitik Global Memengaruhi Pergerakan IHSG
Hari Rachmansyah menyampaikan bahwa pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait perang Ukraina dengan keyakinan akan segera berakhir dan pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping menjadi faktor penting dalam penentuan arah IHSG. Ketidakpastian terkait perang Iran, tarif perdagangan, dan pasokan rare earth memperumit situasi pasar global pada saat ini.
Dari sisi domestik, agenda rebalancing MSCI Indonesia dan kebijakan tarif royalti komoditas menjadi sorotan utama. Kenaikan tarif suggestively terhadap komoditas emas dan timah akan memberikan dampak signifikan pada sektor pertambangan di Indonesia.
Faktor-Faktor Penggerak IHSG
Pergerakan IHSG dalam periode 11-13 Mei 2026 diprediksi akan cenderung mixed dengan sentimen terbatas. Agenda rebalancing MSCI di tanggal 12 Mei berpotensi menciptakan volatilitas jangka pendek, sementara kebijakan kenaikan royalti mineral dapat menekan saham-saham sektor pertambangan dan energi secara struktural.
Investor dinilai perlu bersikap selektif dan memperhatikan sektor saham yang kuat dalam menghadapi situasi pasar saat ini. Volatilitas yang tinggi dan potensi perubahan sentimen yang cepat mengharuskan investor untuk tetap disiplin dalam manajemen risiko.
Sebagai informasi tambahan, pada 8 Mei 2026, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah menggelar sidang dengar pendapat terkait usulan perubahan tarif royalti komoditas tembaga, timah, nikel, emas, dan perak. Kebijakan tersebut direncanakan akan berlaku mulai Juni 2026.
Dengan adanya berbagai faktor yang saling berkaitan, pergerakan IHSG selama beberapa hari ke depan akan menjadi cerminan dinamika baik di tingkat global maupun domestik.


