Semen Indonesia (SIG) Menetapkan Seluruh Laba Tahun Buku 2025 Sebagai Dividen Tunai
Jakarta (ANTARA) – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), telah menetapkan seluruh laba tahun buku 2025 sebesar Rp190,85 miliar sebagai dividen tunai. Keputusan ini diambil sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham.
Transformasi Bisnis Menuai Hasil Positif
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah perusahaan berhasil melewati berbagai tantangan, terutama di paruh kedua tahun 2025, melalui implementasi strategi transformasi yang menghasilkan tren kinerja positif. Vita juga menekankan bahwa tren positif ini terus berlanjut hingga kuartal I 2026 dan menjadi modal bagi perusahaan untuk menjaga momentum pertumbuhan di masa depan.
Vita mengatakan bahwa transformasi bisnis yang dilakukan oleh SIG secara disiplin telah berhasil meningkatkan daya saing perusahaan di tengah tantangan industri domestik, sambil memperkuat posisi SIG di pasar internasional. Perusahaan juga siap untuk menjaga momentum pertumbuhan guna mengoptimalkan kinerja positif yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Proyeksi Industri Semen Nasional dan Fokus Perusahaan
Proyeksi industri semen nasional pada tahun 2026 diperkirakan akan memasuki fase pemulihan yang lebih stabil seiring dengan target pertumbuhan ekonomi nasional. Permintaan semen domestik diproyeksikan tumbuh moderat sekitar 1-2 persen, didorong oleh pemulihan daya beli masyarakat dan realisasi proyek-proyek pemerintah.
Pada kuartal I 2026, SIG mencatat peningkatan volume penjualan sebesar 1,7 persen secara tahunan menjadi 8,71 juta ton, sementara pendapatan meningkat 8,3 persen menjadi Rp8,29 triliun. SIG juga telah menyelesaikan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur, yang diharapkan dapat mulai beroperasi pada pertengahan 2026. Fasilitas ini akan menjadi basis penguatan ekspor perusahaan dan membuka peluang peningkatan margin usaha di tengah persaingan pasar domestik yang semakin ketat.


