Sunday, June 14, 2026
HomeBeritaDokter UI Ungkap 12 Pertanyaan Penting untuk Deteksi Dini Lupus

Dokter UI Ungkap 12 Pertanyaan Penting untuk Deteksi Dini Lupus

Dokter Ungkap 12 Pertanyaan Skrining Mandiri untuk Deteksi Dini Lupus

Jakarta – Dokter spesialis penyakit dalam konsultan reumatologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Faisal Parlindungan, menyebut terdapat 12 pertanyaan skrining mandiri yang dapat membantu mendeteksi dini gejala lupus, terutama pada perempuan usia subur.

Gejala Lupus

Menurut dr. Faisal, gejala lupus dapat diidentifikasi melalui berbagai tanda yang muncul, seperti demam tinggi, kelelahan berlebihan, sensitivitas terhadap sinar matahari, ruam merah berbentuk kupu-kupu, sariawan yang tak kunjung sembuh, nyeri pada persendian, perubahan warna ujung jari tangan dan kaki saat terpapar udara dingin, serta nyeri dada saat bernapas.

Deteksi Dini Lupus

Jika seseorang mengalami setidaknya empat gejala tersebut, maka bisa dicurigai bahwa itu adalah lupus. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan skrining mandiri dengan menjawab kuesioner Saluri untuk mendeteksi dini kemungkinan adanya penyakit lupus.

Setelah menjawab kuesioner, dr. Faisal menyarankan pasien yang dinyatakan positif dalam skrining Saluri untuk segera mengunjungi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) guna dilakukan pemeriksaan lanjutan. Hal ini bertujuan untuk memastikan diagnosis lebih lanjut dan penanganan yang tepat.

Lupus sendiri merupakan penyakit reumatik atau imun kronis yang dapat memengaruhi berbagai organ tubuh. Gangguan pada sistem imun menyebabkan tubuh menghasilkan auto-antibodi yang menyerang jaringan sendiri dan memicu peradangan serta kerusakan pada jaringan.

Angka Kejadian Lupus di Indonesia

Di Indonesia, angka kejadian lupus diperkirakan sekitar 7,4 per 100 ribu orang per tahun, dengan jumlah kasus baru setiap tahunnya mencapai ribuan. Wanita lebih berisiko terkena lupus dibandingkan pria, dengan angka kejadian yang lebih tinggi pada wanita usia subur.

Dengan adanya skrining mandiri menggunakan kuesioner Saluri, diharapkan deteksi dini lupus menjadi lebih mudah dilakukan sehingga penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler