Sunday, June 14, 2026
HomeBeritaTN Gunung Ciremai: Model Integrasi FOLU Net Sink 2030

TN Gunung Ciremai: Model Integrasi FOLU Net Sink 2030

Kawasan Taman Nasional: Instrumen Strategis dalam Pencapaian Target Mitigasi Perubahan Iklim

Kementerian Kehutanan memproyeksikan kawasan taman nasional sebagai instrumen strategis dalam pencapaian target ambisius penurunan emisi gas rumah kaca nasional melalui dokumen Indonesia FOLU Net Sink 2030.

Peran Balai Taman Nasional Gunung Ciremai

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Toni Anwar, menjelaskan bahwa penguatan fungsi kawasan konservasi saat ini telah diarusutamakan untuk mendukung target mitigasi perubahan iklim nasional, terutama dalam menjaga stok karbon. TNGC telah berhasil memulihkan tutupan vegetasi dari 50 persen menjadi hampir 90 persen, menunjukkan kontribusi signifikan terhadap Second National Determined Contribution (NDC) Indonesia.

Preservasi Stok Karbon dan Konflik Agraria

Melalui patroli rutin dan pengawasan ketat, TNGC memastikan stok karbon yang tersimpan di dalam hutan tetap terjaga dari gangguan perambahan maupun kebakaran. Selain itu, TNGC juga menjadi model nasional dalam mitigasi konflik agraria di kawasan hutan melalui transformasi profesi masyarakat. Sebanyak 54 desa di sekitar kawasan kini dialihkan menjadi mitra pengelola wisata alam sebagai upaya mendukung ekonomi hijau.

Keseimbangan antara kelestarian ekosistem dan kesejahteraan masyarakat menjadi fokus utama upaya konservasi di Taman Nasional Gunung Ciremai. Dengan melibatkan aktif masyarakat, perlindungan biodiversitas dan pencapaian target emisi dapat berjalan beriringan, menghasilkan sinergi positif dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat secara nasional.

Harapan dan Tantangan

Penguatan fungsi 57 taman nasional di Indonesia diharapkan dapat menjadi tulang punggung dalam menurunkan emisi sebesar 1,6 miliar ton CO2 ekuivalen pada tahun 2030. Upaya ini sejalan dengan target Kementerian Kehutanan untuk menekan angka deforestasi nasional di bawah garis dasar baseline 0,31 juta hektare per tahun.

Dengan berbagai upaya konservasi dan pembangunan berkelanjutan, diharapkan keberhasilan Taman Nasional Gunung Ciremai menjadi inspirasi bagi upaya pelestarian alam lainnya di Indonesia.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler