Sentimen Global Mempengaruhi Pergerakan IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi akan bergerak volatil hari ini, dipengaruhi oleh sentimen harga minyak dunia yang tidak stabil. IHSG dibuka melemah 3,38 poin atau 0,05 persen ke posisi 6.968,57, sementara Indeks LQ45 turun 0,80 poin atau 0,12 persen ke posisi 673,76.
Eskalasi Konflik di Selat Hormuz Mempengaruhi Pasar Keuangan
Kondisi pasar keuangan dunia sedang berada dalam tekanan ketika Iran meningkatkan serangan terhadap kapal dan fasilitas energi, termasuk menimbulkan kebakaran di pelabuhan minyak Uni Emirat Arab (UEA). Hal ini menyebabkan sentimen global dipenuhi dengan ketidakpastian, terutama terkait kelangsungan pasokan minyak dunia.
Amerika Serikat (AS) pun memberikan respons terhadap situasi ini dengan menginisiasi Project Freedom, yang bertujuan untuk membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz dengan dukungan 15.000 personel militer dan lebih dari 100 pesawat. Di sisi lain, Iran mengancam akan menyerang setiap kekuatan asing yang masuk ke wilayah selat tersebut.
Kondisi Ekonomi Indonesia dan Perkembangan Global
Sementara itu, dari dalam negeri, inflasi Indonesia terus melandai dengan Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 2,42 persen pada April 2026. Meskipun neraca perdagangan masih surplus, namun ekspor mengalami penurunan 3,1 persen (yoy) dan impor juga turun tajam ke 1,51 persen (yoy).
Diperkirakan bahwa IHSG akan terus dipengaruhi oleh perkembangan global, terutama terkait gejolak di Timur Tengah dan volatilitas harga minyak dunia. Hal ini membuat pelaku pasar saham di Indonesia harus waspada dan bijak dalam mengambil keputusan investasi.


