Sunday, May 17, 2026
HomeBursaPertumbuhan Ekonomi RI Tertinggi di G20: Analisis Airlangga

Pertumbuhan Ekonomi RI Tertinggi di G20: Analisis Airlangga

Pertumbuhan Ekonomi RI di Kuartal I 2026, Salah Satu yang Terbaik di G20

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2026 mencapai 5,61 persen, menyamai angka yang paling tinggi di antara negara-negara G20. Hal ini juga melampaui proyeksi berbagai lembaga yang sebelumnya memperkirakan sekitar 5,2 persen pertumbuhan ekonomi.

Rincian Pertumbuhan Ekonomi

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka pertumbuhan sebesar 5,61 persen dalam periode tersebut. Airlangga menyampaikan bahwa tingkat pertumbuhan ini menempatkan Indonesia di posisi teratas dalam G20, melampaui negara-negara seperti China, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga mencapai 5,52 persen, sementara konsumsi pemerintah juga meningkat sebesar 21,31 persen.

Kinerja Positif di Berbagai Sektor

Selain itu, sektor perdagangan ekspor dan impor, industri pengolahan, perdagangan, administrasi pemerintahan, jasa lainnya, transportasi dan pergudangan, pertanian, serta konstruksi juga menunjukkan kinerja positif. Inflasi berhasil ditekan menjadi 2,42 persen dari 3,48 persen pada periode sebelumnya. Indeks keyakinan konsumen juga mencapai 122,9.

Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 71 bulan berturut-turut, dengan angka mencapai 3,32 miliar dolar AS. Cadangan devisa hingga Maret mencapai 148 miliar dolar AS, sementara neraca pembayaran juga surplus sebesar 6,1 miliar dolar AS. Investasi riil tumbuh 7 persen mencapai Rp498,8 triliun, sementara pertumbuhan kredit perbankan berada di level 9,49 persen dan dana pihak ketiga tumbuh 13,55 persen.

Koordinasi untuk Menjaga Stabilitas Arus Modal

Airlangga juga mencatat bahwa capital outflow yang menjadi perhatian Presiden disebabkan oleh pasar modal, Surat Berharga Negara (SBN), dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan telah sepakat untuk berkoordinasi guna menjaga stabilitas arus modal demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler