IHSG Ditutup Menguat Didorong Saham Perbankan dan Konglomerasi
Pasar saham Indonesia ditutup menguat pada sesi perdagangan Selasa dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,22 persen menjadi 7.057,11 poin. Penguatan IHSG didorong oleh kinerja saham sektor perbankan dan konglomerasi.
Penguatan Saham Perbankan dan Konglomerasi
Analisis dari Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyebutkan bahwa penguatan IHSG dipicu oleh kenaikan saham-saham perbankan dan konglomerasi. Sektor keuangan, terutama perbankan, mengalami kenaikan harga saham yang diikuti oleh saham-saham konglomerasi.
Sementara itu, dari sisi makroekonomi, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen year on year (yoy) pada kuartal I-2026. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya daya beli masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, serta penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR).
Situasi Global dan Dampaknya
Harga minyak mentah global juga mengalami kenaikan akibat ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran terkait Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump mencetuskan Project Freedom untuk membuka kembali akses lalu lintas pengiriman yang terhenti di Selat Hormuz.
Di sisi lain, serangan rudal dan drone dari Iran menyebabkan kebakaran di Zona Industri Minyak Fujairah (FOIZ) di Uni Emirat Arab. Hal ini memberikan dampak terhadap harga minyak mentah global.
Secara keseluruhan, IHSG mampu berbalik menguat setelah dibuka melemah. Pergerakan positif terutama terjadi pada sektor barang baku, infrastruktur, dan keuangan. Frekuensi perdagangan saham juga mencapai 2.461.876 kali transaksi dengan nilai total transaksi mencapai Rp23,87 triliun.
Pasar saham regional Asia cenderung bervariasi, namun komposisi IHSG yang menguat menunjukkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia saat ini.


