IHSG Menguat Namun Investor Tetap Waspada Terhadap Sentimen Pasar
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka dengan kenaikan 32,12 poin atau 0,46 persen pada level 6.988,92 pada hari Senin. Meskipun terjadi kenaikan, investor masih tetap waspada terhadap berbagai sentimen yang dapat memengaruhi pergerakan pasar.
Sentimen Eksternal dan Data Ekonomi AS
Di sisi eksternal, pelaku pasar global saat ini sedang memperhatikan kemungkinan adanya pembicaraan baru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Selain itu, investor juga menantikan rilis data ekonomi utama dari AS, terutama data tenaga kerja dan sektor jasa ISM (Institute for Supply Management).
Harga minyak mentah turun setelah Iran mengajukan proposal perdamaian kepada AS, tetapi Presiden AS Donald Trump menunjukkan ketidakpuasan terhadap proposal tersebut. Hal ini terkait dengan tenggat waktu 60 hari yang diberikan kepada Trump terkait aksi militer dalam konflik dengan Iran.
Data Ekonomi Dalam Negeri
Di sisi domestik, pasar juga akan dipengaruhi oleh sejumlah rilis data ekonomi penting. Beberapa di antaranya adalah indeks manufaktur PMI, neraca perdagangan, inflasi, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026, cadangan devisa, indeks harga properti, dan penjualan mobil. Selain itu, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 juga mencatat defisit yang perlu dicermati oleh investor.
Dalam realisasi APBN hingga akhir Maret 2026, tercatat defisit sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Kondisi ini diikuti dengan pelebaran defisit yang dipengaruhi oleh kenaikan belanja negara. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap disiplin fiskal dan stabilitas ekonomi.
Secara teknikal, analis memproyeksikan bahwa IHSG berpotensi menguat jika dapat bertahan di atas level 7.000. Namun, jika IHSG tetap berada di bawah level tersebut, maka kemungkinan akan menguji rentang 6.750-6.850.


