BPH Migas Memastikan Stok dan Penyaluran BBM di Jawa Barat Aman
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah melakukan pemantauan di sejumlah SPBU di Jawa Barat untuk memastikan ketersediaan dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) berjalan normal dan aman. Anggota Komite BPH Migas, Bambang Hermanto, menegaskan pentingnya menjaga stok BBM dan memastikan produk yang dijual sesuai standar yang telah ditetapkan.
Pemantauan di Berbagai Kabupaten
Pemantauan dilakukan di Kabupaten Garut, Pangandaran, dan Banjar pada tanggal 30 April hingga 2 Mei 2026. Tujuan dari pemantauan tersebut adalah untuk memastikan ketersediaan stok, kualitas, dan distribusi BBM subsidi. Hasil pemantauan menunjukkan adanya kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut yang mengisi BBM subsidi.
Bambang menjelaskan bahwa kendaraan layanan umum seperti truk sampah, ambulans, mobil jenazah, dan mobil pemadam kebakaran berhak menggunakan Jenis BBM Tertentu (JBT) minyak solar sesuai dengan regulasi yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk memastikan kendaraan operasional tersebut dapat mengisi dengan minyak solar subsidi sesuai dengan aturan yang berlaku.
Dukungan dari Pihak Terkait
Sales Branch Manager Retail Garut Pertamina Patra Niaga, Jamal Bachtiar, memastikan bahwa stok BBM di wilayah Garut aman dan mencukupi. Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) karena stok BBM telah tercukupi.
Dukungan juga datang dari Himpunan Wiraswasta Nasional (Hiswana) Migas, yang siap mendukung kebijakan pemerintah terkait distribusi BBM agar tepat sasaran. Pada tingkat operasional, pemilik SPBU di Garut, Dewi Sri Fitriani, telah menerapkan pembelian BBM subsidi menggunakan kode QR sesuai prosedur yang berlaku.
Di Pangandaran, salah satu pengguna BBM subsidi, Dodo, mengaku bahwa pelayanan di SPBU berjalan lancar tanpa kendala. Penggunaan kode QR juga diterapkan dengan lancar dan baik, menunjukkan kesesuaian dalam proses pembelian BBM subsidi.


