Jakarta – Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menyampaikan bahwa PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil tetap menjaga pasokan pupuk di tengah gejolak geopolitik global. Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Hashim mengatakan bahwa Indonesia berada dalam posisi relatif aman saat banyak negara mengalami gangguan pasokan.
Permintaan Pupuk Indonesia Meningkat
Hashim mencatat bahwa banyak negara telah melirik Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pupuk mereka. Negara-negara tetangga bahkan meminta pasokan pupuk, terutama jenis pupuk urea. Australia berencana mengimpor urea sebanyak 250 ribu ton dari Indonesia, sementara India membutuhkan hingga 500 ribu ton. Permintaan juga datang dari beberapa negara lain, menunjukkan posisi Indonesia yang cukup beruntung dalam hal pupuk urea.
Peran Strategis PT Pupuk Indonesia
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menekankan bahwa Indonesia memiliki peran strategis sebagai stabilisator pasokan pupuk di kawasan. Hal ini tidak terlepas dari peran pemerintah dalam menerapkan strategi yang tepat untuk mendukung industri pupuk. Pemerintah telah menerapkan kebijakan yang sesuai untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pupuk bagi petani.
Rahmad menekankan bahwa pupuk memiliki dampak sistemik terhadap ketahanan pangan, sehingga penting untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pupuk. Melalui kebijakan yang ada, seperti Peraturan Presiden tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, Indonesia terus memperkuat ketahanan produksi pupuk di tengah dinamika global.


