PT Timah Cetak Laba Bersih Rp1,5 Triliun di Kuartal I 2026
PT Timah (Persero) Tbk (TINS) berhasil mencatat laba bersih mencapai Rp1,5 triliun pada kuartal I 2026, melebihi target sebesar Rp252 miliar yang telah ditetapkan. Capaian ini didorong oleh peningkatan signifikan produksi, optimalisasi operasional, dan perbaikan tata kelola perseroan.
Kinerja Keuangan Solid
Melansir keterangan resmi, Direktur Utama TINS Restu Widiyantoro menyatakan bahwa kuartal I 2026 menjadi periode yang solid bagi perseroan. Kinerja keuangan yang baik didukung oleh pencapaian operasional yang signifikan dan strategi optimalisasi yang terus berlanjut di berbagai lini bisnis. Hal ini memungkinkan PT Timah untuk melampaui target laba yang telah ditetapkan.
Laba bersih perseroan didorong oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 160,5 persen year on year (yoy) menjadi Rp5,47 triliun pada kuartal I 2026, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pencapaian Operasional
Dari sisi operasional, PT Timah mencatat lonjakan produksi bijih timah sebesar 96 persen (yoy) menjadi 6.312 ton Sn pada kuartal I 2025. Hal ini disebabkan oleh penambahan unit operasi, baik Kapal Isap Produksi (KIP) maupun tambang darat kemitraan. Produksi juga didukung oleh operasional Kapal Keruk Singkep 1, perbaikan pengawasan area produksi, dan dukungan dari Satuan Tugas (Satgas) pemerintah.
Di sisi penjualan, PT Timah berhasil meningkatkan penjualan logam timah sebesar 113 persen (yoy) menjadi 6.009 metrik ton pada kuartal I 2026, dengan harga rata-rata 49.221 dolar AS per metrik ton. Ekspor masih mendominasi pasar perseroan, dengan China sebagai negara tujuan utama ekspor sebesar 48 persen.
Nilai aset perseroan tumbuh 11,62 persen (yoy) menjadi Rp15,23 triliun, sedangkan posisi ekuitas naik 18,4 persen (yoy) menjadi Rp9,96 triliun pada kuartal I 2026.


