Saturday, July 18, 2026
HomeBursaIHSG Melemah karena Kombinasi Risk Off Global dan Tekanan Domestik

IHSG Melemah karena Kombinasi Risk Off Global dan Tekanan Domestik

IHSG Melemah akibat Sentimen Global dan Tekanan Domestik

Pada Kamis sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 143,43 poin atau 2,03 persen menjadi 6.956,80. Penyebabnya adalah kombinasi sentimen risk off dari investor global dan tekanan dari dalam negeri.

Sentimen Global dan Tekanan Domestik Memengaruhi IHSG

Pengamat pasar modal, Reydi Octa, menyatakan bahwa pelemahan IHSG disebabkan oleh kombinasi sentimen risk off global dan tekanan domestik. Faktor global seperti penguatan dolar AS dan ketidakpastian suku bunga telah mendorong capital outflow. Sementara dari dalam negeri, isu free float, HSC, dan rebalancing indeks turut memperdalam koreksi IHSG.

Investor, terutama asing, saat ini cenderung defensif dan melakukan aksi jual (net sell) di pasar saham Indonesia. Mereka lebih fokus pada pasar likuid dan stabil, sementara menurunkan eksposur ke Indonesia.

Proyeksi dan Tren Pasar ke Depan

Reydi memproyeksikan IHSG masih akan bergerak sideways (mendatar) cenderung melemah dalam jangka pendek. Namun, masih terdapat peluang untuk technical rebound meskipun tren naik terbatas.

Pada sesi perdagangan saham, IHSG dibuka menguat namun bergerak ke zona negatif hingga penutupan. Indeks Sektoral IDX-IC menunjukkan semua sektor melemah, dengan sektor infrastruktur merosot paling dalam.

Saham-saham yang menguat antara lain SDMU, HERO, ADHI, INDS, dan SONA, sementara saham-saham yang melemah adalah BOBA, KONI, MAIN, LUCK, dan BLUE. Frekuensi perdagangan saham mencapai 2.663.979 transaksi dengan nilai saham Rp21,87 triliun.

Di regional Asia, indeks Nikkei melemah, indeks Shanghai menguat, indeks Hang Seng melemah, dan indeks Strait Times menguat.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler