Sunday, May 17, 2026
HomeBisnisPadi biosalin PGN-BRIN hasilkan 176 ton di lahan 22 ha: Sukses!

Padi biosalin PGN-BRIN hasilkan 176 ton di lahan 22 ha: Sukses!

Program budidaya padi biosalin di wilayah pesisir Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah berhasil menghasilkan produksi sebanyak 176 ton di lahan seluas 22 hektare. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk/PGN, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Pemerintah Kabupaten Jepara. Budidaya padi varietas biosalin dirancang khusus untuk mengatasi tantangan yang dihadapi lahan pertanian di wilayah pesisir, seperti peningkatan salinitas akibat intrusi air laut dan banjir rob serta perubahan iklim yang sering menyebabkan gagal panen.

Keunggulan varietas Biosalin ini terletak pada produktivitasnya yang mencapai sekitar 9 ton per hektare dengan masa tanam 84 hingga 107 hari. Selain itu, varietas ini juga tahan terhadap hama penyakit dan mampu bertahan di lahan marginal. Realisasi panen kali ini melebihi target awal 20 hektare dengan produktivitas rata-rata 7-9 ton per hektare atau total produksi sekitar 176 ton gabah, yang memiliki nilai ekonomi sekitar Rp1,23 miliar.

Pengembangan varietas padi biosalin tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga sebagai langkah mitigasi dan pemulihan pasca bencana. Harapannya, model seperti ini dapat diterapkan di berbagai wilayah pesisir lainnya di Indonesia untuk menjaga ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani. Melalui program ini, PGN tidak hanya memberikan dukungan intensif kepada petani, tapi juga meningkatkan kapasitas dan pengetahuan petani agar mereka dapat mandiri dalam mengelola pertanian di musim tanam berikutnya.

Program biosalin selain memberikan nilai tambah dari segi produksi, juga menciptakan dampak ekonomi yang terukur bagi petani dan ekosistem lokal. Diharapkan program ini dapat terus berkembang sebagai model pemberdayaan berbasis riset dan kolaborasi, serta sebagai kontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pembangunan berkelanjutan. Bupati Jepara juga menyambut baik hasil program budidaya padi biosalin ini, karena selain menjaga produksi pertanian, program ini juga memberikan kepercayaan diri bagi petani di tengah ketidakpastian iklim.

Upaya pengembangan program ini diharapkan terus diperluas untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah berbasis riset dan kemitraan strategis, sehingga sektor pertanian tetap dapat tumbuh dan memberikan nilai ekonomi, bahkan di tengah tekanan cuaca ekstrem. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler