Tuesday, September 8, 2026
HomeBursaPasar Pantau Peluang Negosiasi Putaran Kedua AS-Iran Saat IHSG Melemah

Pasar Pantau Peluang Negosiasi Putaran Kedua AS-Iran Saat IHSG Melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan pada Kamis sore, meskipun bursa regional Asia mengalami kenaikan. Hal ini terjadi karena pelaku pasar masih memperhatikan potensi negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. IHSG ditutup melemah 2,21 poin atau 0,03 persen menjadi 7.621,38, sedangkan indeks LQ45 turun 2,63 poin atau 0,35 persen menjadi 75,32.

Harapan akan dimulainya kembali negosiasi antara AS dan Iran, serta rilis data ekonomi China, menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan IHSG. Pelaku pasar juga memperhatikan perkembangan di Selat Hormuz, yang merupakan jalur strategis bagi pasokan energi global. Meskipun ada potensi kesepakatan perdamaian jangka panjang antara AS dan Iran, namun gangguan di Selat Hormuz tetap menjadi perhatian.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi China yang tumbuh 5 persen year on year juga memberikan dampak positif dalam pasar. Namun, pelaku pasar tetap sensitif terhadap dinamika konflik di Timur Tengah, terutama dalam perundingan antara AS dan Iran.

Meskipun IHSG dibuka menguat, namun bergerak ke zona negatif hingga penutupan perdagangan saham. Sektor transportasi & logistik menjadi sektor yang mengalami kenaikan tertinggi, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor teknologi. Sementara itu, beberapa sektor mengalami penurunan, termasuk sektor barang konsumen non primer.

Dalam perdagangan saham, terdapat saham-saham yang mengalami penguatan dan pelemahan harga. Frekuensi perdagangan saham tercatat tinggi dengan jumlah saham yang diperdagangkan senilai triliun rupiah. Bursa saham regional Asia juga mengalami kenaikan, menunjukkan optimisme di pasar regional.

Secara keseluruhan, IHSG dipengaruhi oleh berbagai faktor baik dari dalam maupun luar negeri, sehingga pergerakan pasar saham menjadi sangat dinamis. Pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap perkembangan global dan menjaga keseimbangan dalam mengambil keputusan investasi.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler