Pagi ini, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat seiring investor melakukan risk on karena optimisme konflik antara AS dan Iran mendekati akhir. IHSG dibuka menguat 39,75 poin atau 0,52 persen, mencapai posisi 7.663,34. Di sisi lain, indeks LQ45 juga naik 2,74 poin atau 0,36 persen ke level 762,69.
Menurut Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, pasar mulai memperhitungkan skenario de-eskalasi konflik antara AS dan Iran. Hal ini tercermin dari rotasi kembali ke aset berisiko dan pelemahan dolar AS. Meskipun demikian, analis menilai masih ada risiko tinggi karena negosiasi belum final dan potensi eskalasi tetap terbuka.
Di sisi global, sentimen optimis didorong oleh harapan penyelesaian konflik AS-Iran yang semakin dekat. Presiden AS, Donald Trump, bahkan menyatakan bahwa perang “very close to over” dengan peluang gencatan senjata permanen sebelum akhir bulan ini. Namun, Liza juga mengingatkan bahwa situasi di lapangan masih kompleks karena AS meningkatkan tekanan terhadap Iran sementara Iran juga mengancam untuk membalas.
Selain itu, pergerakan pasar saham di berbagai negara juga beragam. Bursa saham Eropa cenderung variatif, begitu pula dengan Wall Street di AS. Di Asia, indeks Nikkei, Hang Seng, Shanghai, dan Strait Times juga menunjukkan pergerakan yang berbeda.
Di dalam negeri, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai 437,9 miliar dolar AS per Februari 2026 dengan pertumbuhan 2,5 persen (yoy). ULN Pemerintah tetap menjadi penopang utama meski mengalami sedikit perlambatan, sementara ULN swasta mengalami penurunan.
Demikianlah perkembangan terkini di pasar keuangan global yang bisa menjadi acuan bagi investor untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.


