Sektor hilir seperti furnitur dan kerajinan memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap perubahan biaya. Menurut Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur, kebijakan yang terukur penting untuk menjaga daya saing sektor furnitur dan kerajinan nasional di tengah kenaikan harga energi dan dinamika geopolitik global. Berbagai tantangan seperti kenaikan biaya energi, keterbatasan bahan baku, hambatan operasional, dan pengaturan likuiditas ekspor dapat mempengaruhi kinerja sektor hilir, terutama industri padat karya. Kendati demikian, kelancaran pasokan bahan baku dan fleksibilitas dalam pengelolaan arus kas dianggap sebagai faktor kunci dalam menjaga kesinambungan produksi.
Abdul Sobur juga menekankan bahwa kebijakan yang tepat dapat membantu meringankan tekanan terhadap sektor hilir, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap nilai tambah serta devisa negara. HIMKI mendorong pendekatan kebijakan yang lebih terukur, dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing sektor industri. Langkah ini diharapkan dapat menjaga daya saing industri hilir nasional, terutama di sektor furnitur dan kerajinan, sehingga tetap mampu tumbuh dan berkontribusi optimal terhadap perekonomian nasional.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun menaruh harapan besar pada sektor furnitur dan kerajinan, dengan menargetkan Indonesia menjadi hub produksi manufaktur furnitur global. Sebagai sektor yang menyerap ratusan ribu tenaga kerja dan terhubung langsung dengan pasar global, sektor ini memiliki nilai yang tinggi. Dalam lima tahun ke depan, Indonesia diproyeksikan dapat meningkatkan kapasitas produksi, memimpin dalam aspek desain, dan keberlanjutan.
Untuk mendukung pertumbuhan sektor ini, Kemenperin menjalankan program restrukturisasi mesin/peralatan industri pengolahan kayu. Melalui program ini, efisiensi produksi, mutu produk, dan produktivitas sektor dapat ditingkatkan secara signifikan. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memperkuat sektor furnitur dan kerajinan, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap ekonomi nasional.


