Carlos Alcaraz mengakui bahwa dia tidak bermain dengan baik pada momen-momen krusial dalam pertandingan final Monte-Carlo Masters melawan Jannik Sinner. Alcaraz merasa bahwa dia melewatkan banyak peluang yang dimilikinya dalam pertandingan tersebut. Meskipun unggul satu break dalam set kedua, Alcaraz tidak mampu memanfaatkannya. Kesalahan ganda yang fatal saat tie-break pertama dan kehilangan keunggulan 3-1 di set kedua menjadi penentu kekalahan Alcaraz.
Alcaraz juga menyoroti kondisi angin yang sulit saat pertandingan. Menurutnya, angin yang bertiup tidak konsisten membuatnya sulit untuk mengatur permainan. Meskipun kalah, Alcaraz tetap mengakui bahwa Sinner telah berkembang pesat dalam permainannya, terutama di lapangan tanah liat. Dia yakin bahwa Sinner merupakan lawan yang sangat berbahaya di lapangan tersebut.
Meski tersingkir dari Monte-Carlo, Alcaraz memiliki catatan yang impresif dengan 21 kemenangan dan 3 kekalahan sepanjang tahun ini. Dia saat ini tengah bersiap untuk berkompetisi dalam turnamen ATP 500 di Barcelona minggu depan. Kesuksesan Alcaraz di masa depan akan menjadi tontonan menarik bagi penggemar tenis di seluruh dunia.


