Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) sedang mempersiapkan program lanjutan untuk tim nasional tenis putri Indonesia yang berhasil lolos ke playoff qualifier Piala Billie Jean King (BJK). Sekjen PELTI, Andi Fajar, menyatakan bahwa federasi berusaha meningkatkan pengalaman bertanding para atlet, terutama pemain dengan pengalaman minim di turnamen internasional. Timnas tenis putri Indonesia, yang diperkuat oleh Janice Tjen, Aldila Sutjiadi, Priska Nugroho, Anjali Junarto, dan Meydiana Laviola, serta Christopher Rungkat sebagai kapten, meraih posisi runner-up dalam persaingan Grup I Asia Oceania. Di ajang yang berlangsung di New Delhi, India, Indonesia berhasil mengalahkan Selandia Baru, Mongolia, India, dan Korea, namun harus mengakui keunggulan Thailand.
PELTI akan mempersiapkan tim secara maksimal menghadapi babak playoff qualifier Piala BJK pada November mendatang dengan memantau hasil pertandingan negara lain yang juga bersaing. Sejumlah negara kuat seperti Jepang, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Slovenia, Polandia, Swiss, dan Ceko berpotensi menjadi lawan Indonesia. Program pembinaan PELTI juga memperhatikan para pemain muda seperti Anjali dan Meydiana dengan mengikutsertakan mereka dalam turnamen internasional untuk menambah poin dan pengalaman.
Dalam waktu dekat, mereka dijadwalkan akan mengikuti turnamen di Singapura dan Malaysia sebagai bagian dari rangkaian pembinaan. Seluruh program yang dijalankan PELTI terintegrasi sebagai persiapan untuk berbagai ajang, termasuk Asian Games 2026. Dengan hasil yang diraih tim putri, PELTI optimis Indonesia memiliki peluang untuk bersaing di tingkat Asia baik di nomor tunggal maupun ganda. Semua ini merupakan langkah penting dalam membangun kehadiran Indonesia di dunia tenis.


