Tuesday, September 15, 2026
HomeFinansialKemenkeu Prioritaskan Rasio Utang di Tengah Tekanan Global

Kemenkeu Prioritaskan Rasio Utang di Tengah Tekanan Global

Kementerian Keuangan memastikan akan menjaga rasio utang agar tetap sehat di tengah meningkatnya tekanan global, seperti kenaikan harga minyak dunia dan gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah. Menurut Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi Kemenkeu, Noor Faisal Achmad, Indonesia memiliki kekuatan relatif lebih dalam menghadapi tekanan tersebut dibandingkan dengan negara sejawat. Fiskal dijaga dengan defisit di bawah 3 persen dan rasio utang di bawah 60 persen.

Dalam Central Banking Forum 2026 di Jakarta, diungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tinggi, inflasi terkendali, dan kondisi fiskal terjaga. Stabilitas ekonomi yang telah dijaga selama ini dapat dilihat dari penurunan angka pengangguran dan kemiskinan dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun demikian, pentingnya ruang fiskal yang sehat terlihat saat harga energi global meningkat, yang dapat menimbulkan tekanan pada perekonomian.

Kemenkeu percaya bahwa dengan fiskal yang solid, Indonesia dapat mengatasi dampak gejolak eksternal tanpa merusak kredibilitas APBN. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya agar tekanan eksternal tidak memberatkan masyarakat, dengan memiliki APBN sebagai shock absorber bagi perekonomian. Langkah mitigasi juga disiapkan untuk menghadapi risiko kenaikan biaya hidup akibat tekanan energi global.

Pemerintah akan terus memantau perkembangan global dan siap mengambil langkah mitigasi yang diperlukan. Ini termasuk melalui efisiensi anggaran dan program, serta peningkatan penerimaan negara untuk menjaga ketahanan fiskal. Dengan demikian, Indonesia dapat terus menghadapi tekanan global tanpa terlalu memberatkan masyarakat.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler