Di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, terdapat keramba jaring apung yang menjadi tempat budidaya ikan nila. Muhmajadi, seorang pembudidaya ikan berpengalaman selama 24 tahun, membagikan kisah kesuksesannya dalam usaha ini. Meski pernah mengalami kejatuhan akibat wabah Koi Herpes Virus pada tahun 2005, Muhmajadi tidak menyerah.
Bersama kelompok pembudidaya ikan lainnya, Muhmajadi beralih ke budidaya ikan nila yang terbukti lebih tahan terhadap berbagai tantangan. Saat ini, hasil panen ikan nila di keramba jaring apung di Loa Kulu kembali melimpah, dengan Muhmajadi mampu memanen hingga satu ton ikan nila setiap bulannya. Ini menjadi contoh keberhasilan bagi pembudidaya ikan lokal di sana.
Pemerintah setempat juga terus mendorong pengembangan budidaya ikan nila sebagai potensi ekonomi daerah. Dukungan pendidikan dan pelatihan, seperti yang diikuti oleh Muhmajadi dan beberapa pembudidaya lainnya di Sekolah Perikanan Rakyat, menjadi kunci dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam sektor ini. Muhmajadi sendiri kini menjadi contoh bagi kelompok pembudidaya lainnya, dengan memberikan pendampingan dan bimbingan kepada mereka.
Dengan kekayaan alam yang melimpah, potensi budidaya ikan nila di Loa Kulu menjadi salah satu faktor penting dalam memajukan sektor perikanan di Kalimantan Timur. Melalui upaya kolaboratif antara pemerintah, petani lokal, dan pendidikan yang terus mendorong inovasi dan peningkatan kualitas, sektor perikanan di daerah ini semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.


