Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan penurunan pada Senin pagi, mengikuti pelemahan di bursa saham Asia. IHSG dibuka melemah 48,41 poin atau 0,65 persen menjadi 7.410,09, sedangkan Indeks LQ45 turun 5,28 poin atau 0,71 persen menjadi 741,19. Resiliensi permintaan domestik tetap sebagai penopang utama di tengah tekanan eksternal, dengan IHSG berpotensi menguat terbatas pada hari ini menurut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas. Di sisi geopolitik, negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran belum mencapai kesepakatan, yang dapat berdampak pada kestabilan pasar. Data inflasi AS menunjukkan kenaikan, yang dapat mempengaruhi keputusan The Fed. Kinerja ekonomi China yang kuat bisa memberikan dukungan bagi perekonomian global, termasuk bagi negara-negara eksportir komoditas seperti Indonesia. Di dalam negeri, pelaku pasar sedang menantikan data indikator ekonomi dari Bank Indonesia untuk mengevaluasi perkembangan konsumsi dan sektor riil. Pada perdagangan sebelumnya, bursa saham Eropa dan AS juga menunjukkan volatilitas. Dengan situasi yang terus berubah, pelaku pasar diharapkan tetap waspada dan memperhatikan perkembangan ekonomi internasional.


