Monday, May 18, 2026
HomeBursaIHSG Proyeksi Bergerak Datar dan Cenderung Menguat Pekan Depan

IHSG Proyeksi Bergerak Datar dan Cenderung Menguat Pekan Depan

Pasar modal masih berada dalam fase konsolidasi pasca sentimen global dan domestik. Pengamat pasar modal, Reydi Octa, memproyeksikan bahwa IHSG berpotensi bergerak mendatar dan cenderung menguat tipis dalam pekan mendatang. Hal ini disebabkan karena pasar belum sepenuhnya keluar dari fase konsolidasi pasca sentimen global dan domestik, serta investor sedang menantikan katalis baru. Reydi menilai bahwa IHSG kemungkinan akan mengalami pergerakan mendatar dengan sedikit penguatan, setelah mengalami tekanan beberapa pekan terakhir. Range pergerakan IHSG diperkirakan akan terbatas sambil menunggu adanya katalis baru. Sentimen dari luar negeri diyakini masih akan dipengaruhi oleh arah suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed, pergerakan yield US Treasury, serta dinamika geopolitik dan harga komoditas. Sementara itu, dari dalam negeri, pelaku pasar diperkirakan akan fokus pada respons investor asing terhadap isu MSCI, kepercayaan pasar terhadap pasar saham domestik, arah suku bunga Bank Indonesia (BI), perkembangan rating lembaga penyedia indeks global, data inflasi, dan nilai tukar rupiah yang akan mempengaruhi arus modal asing di pasar domestik. Investor saat ini cenderung lebih defensif dan selektif, dengan fokus pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps) dan likuid. Data penutupan perdagangan BEI menunjukkan IHSG menguat 150,91 poin atau 2,07 persen ke posisi 7.458,50. Sedangkan indeks LQ45 naik 12,57 poin atau 1,71 persen ke posisi 746,47. Frekuensi perdagangan saham mencapai 2.287.124 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 42,94 miliar lembar saham senilai Rp18,12 triliun. Dalam penutupan tersebut, 485 saham naik, 181 saham turun, dan 153 saham stagnan. Keseluruhan, pasar modal masih dalam tahap konsolidasi dan sentimen global serta domestik masih mempengaruhi pergerakan IHSG ke depan. Dengan berbagai faktor yang harus dipertimbangkan, pelaku pasar diharapkan dapat melakukan investasi secara cerdas dan hati-hati untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan pasar yang tidak pasti.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler