Wednesday, August 19, 2026
HomeFinansialStrategi Ginandjar Kartasasmita Untuk Perkuat Rupiah di Era Reformasi

Strategi Ginandjar Kartasasmita Untuk Perkuat Rupiah di Era Reformasi

Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Keuangan dan Industri, Ginandjar Kartasasmita, mengungkapkan langkah-langkah kunci yang diambil pemerintah untuk memperkuat nilai tukar rupiah saat krisis ekonomi dan awal era reformasi. Dalam acara peluncuran buku berjudul “Ginandjar Kartasasmita Pengabdian dari Masa ke Masa: Perjalanan, Pergulatan Hidup dan Pemikiran” di Jakarta, ia menegaskan bahwa pemulihan kepercayaan baik dari pasar maupun masyarakat adalah faktor utama pemulihan nilai tukar rupiah pada saat itu. Ginandjar menyatakan bahwa krisis ekonomi 1997–1998 tidak hanya berkaitan dengan gejolak moneter, melainkan juga karena hilangnya kepercayaan pasar terhadap pemerintah. Hal ini memicu ketidakstabilan ekonomi yang menyebabkan inflasi meningkat dan nilai tukar rupiah melemah drastis hingga mencapai Rp17.000 per dolar AS.

Selama masa pemerintahannya sebagai Menko Ekuin pada tahun 1998-1999, Ginandjar menggambarkan kondisi saat itu sebagai periode yang dipenuhi ketidakpastian. Untuk mencegah pelemahan yang lebih dalam, pemerintah bekerja sama dengan lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia untuk mendapatkan dukungan devisa. Selain itu, koordinasi yang solid antar otoritas ekonomi domestik, terutama antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, juga dianggap penting untuk memulihkan kepercayaan pada rupiah.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyebut Ginandjar sebagai sosok kunci yang telah meletakkan dasar bagi pembangunan Indonesia modern. Ia menyoroti kontribusi Ginandjar dalam pengembangan wirausaha dan hilirisasi sebagai fondasi untuk pemimpin selanjutnya. Semua langkah-langkah ini diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan pasar dan masyarakat pada rupiah, serta menjaga nilai tukar agar tidak semakin terpuruk.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler