Sunday, August 16, 2026
HomeBursaIHSG Melemah: Pasar Asia dan Konflik AS-Iran Diperhatikan

IHSG Melemah: Pasar Asia dan Konflik AS-Iran Diperhatikan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak melemah pada Kamis pagi, mengikuti arah pasar di kawasan Asia. Hal ini terjadi karena pelaku pasar masih memantau perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. IHSG dibuka turun 40,75 poin atau 0,56 persen ke posisi 7.238,46, sedangkan indeks LQ45 turun 5,05 poin atau 0,69 persen ke posisi 728,57. Menurut Kiwoom Research, resistance IHSG selanjutnya ada di angka 7.325. Jika level ini berhasil ditembus, IHSG akan melanjutkan kenaikannya menuju target 7.600. AS dan Iran baru-baru ini mencapai gencatan senjata selama dua pekan dengan mediasi Pakistan, yang membawa angin segar bagi pasar ekonomi global. Pasar saham di Eropa dan AS juga mengalami kenaikan pada hari sebelumnya.

Namun, meski ada gencatan senjata antara AS dan Iran, dua kapal tanker Pertamina masih tertahan di Teluk Persia karena beberapa kendala teknis, termasuk masalah keselamatan, asuransi, dan koordinasi dengan otoritas Iran. Meskipun begitu, pemerintah Indonesia memastikan pasokan energi tetap aman karena tidak bergantung pada impor bahan bakar minyak dari Timur Tengah.

Di sisi lain, cadangan devisa Indonesia turun dari 151,9 miliar dolar AS menjadi 148,2 miliar dolar AS dalam satu bulan. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya neraca perdagangan dan meningkatnya biaya intervensi. Namun, arah cadangan devisa ke depan akan sangat dipengaruhi oleh kondisi global, surplus perdagangan, dan kebijakan domestik Indonesia.

Selain itu, harga minyak mentah mengalami volatilitas ekstrem, dengan harga minyak jenis WTI dan Brent berada di level 97,10 dolar AS per barel pada perdagangan pagi. Dalam kondisi ekonomi yang bergejolak saat ini, penting bagi pelaku pasar untuk terus memantau perkembangan terkini dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengamankan investasi mereka.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler