PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencatat pergerakan hampir satu juta orang selama periode Angkutan Lebaran 2026. Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong menjadi simpul tersibuk, melayani ratusan ribu pemudik. Data dari Daop 2 Bandung menunjukkan bahwa selama periode 11 Maret hingga 1 April 2026, ada 441.610 pelanggan yang berangkat dan 430.569 pelanggan yang datang melalui wilayah ini. Stasiun Bandung memiliki total 122.972 keberangkatan dan 122.350 kedatangan, sementara Stasiun Kiaracondong melayani 89.946 pelanggan berangkat dan 75.037 penumpang datang.
Tidak hanya dua stasiun utama di Kota Bandung, lima stasiun daerah di Jawa Barat seperti Tasikmalaya hingga Purwakarta juga masuk dalam tujuh besar titik tersibuk. Kuswardojo, Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, menyatakan bahwa tingginya volume penumpang menunjukkan bahwa layanan KAI semakin dipilih oleh masyarakat karena keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan.
Di Stasiun Tasikmalaya, tercatat 36.476 pelanggan berangkat dan 38.367 penumpang datang; Stasiun Cianjur dengan 32.519 pelanggan berangkat dan 34.326 penumpang datang; Stasiun Cipatat dengan 25.417 pelanggan berangkat dan 26.358 penumpang datang; Stasiun Banjar dengan 20.680 pelanggan berangkat dan 23.388 penumpang datang; dan Stasiun Purwakarta dengan 20.090 pelanggan berangkat dan 18.999 penumpang datang.
Untuk menjaga kelancaran di tujuh titik padat tersebut, KAI Daop 2 meningkatkan langkah-langkah antisipatif mulai dari penambahan personel hingga pengawasan jalur rel. Meskipun jumlah penumpang tinggi, KAI memastikan bahwa semua perjalanan mematuhi standar keselamatan. Kuswardojo juga mengatakan bahwa koordinasi lintas sektor diperketat di stasiun-stasiun dengan mobilitas tinggi untuk mencegah penumpukan pada jam-jam sibuk arus mudik dan balik.
Periode Angkutan Lebaran 2026 dengan tujuh simpul kepadatan akan dievaluasi oleh Daop 2 Bandung untuk meningkatkan layanan di masa angkutan nasional berikutnya.


