Produksi gula di Indonesia mengalami peningkatan namun konsumsi gula rumah tangga menurun, menurut Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sonny Harry Budi Utomo Harmadi. Produksi gula nasional diproyeksikan mencapai 2,67 juta ton pada tahun 2025, dengan luas panen tebu yang meningkat menjadi 563.000 hektar. Provinsi utama seperti Jawa Timur, Lampung, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat menjadi sentra produksi gula nasional.
Meskipun produksi gula meningkat, konsumsi gula rumah tangga tercatat sekitar 1,4 juta ton, mendekati 1,5 juta ton secara nasional. Sonny menyebutkan bahwa tren konsumsi gula rumah tangga menunjukkan penurunan dalam beberapa tahun terakhir, mencapai sekitar 1,46 juta ton. Konsumsi gula per kapita juga mengalami penurunan menjadi sekitar 5,15 kilogram per orang per tahun.
Penurunan konsumsi gula diduga dipengaruhi oleh kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat dan pergeseran konsumsi menuju makanan jadi dari industri dan sektor jasa. Meskipun begitu, sektor industri pengolahan merupakan pengguna terbesar gula di Indonesia, dengan total 3,9 juta ton digunakan dalam aktivitas industri berbasis gula.
Meski impor gula dilakukan sebesar 3,93 juta ton pada tahun 2025, dengan pasokan utama berasal dari Brasil, Thailand, dan Australia. Total penggunaan gula nasional pada tahun tersebut mencapai 6.330.690 ton, mencerminkan tingginya kebutuhan gula untuk berbagai sektor ekonomi dan konsumsi masyarakat di Indonesia.


