Pemerintah memfasilitasi layanan bus antar-jemput warga hingga tingkat RT/RW untuk menghadiri bazar rakyat di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu. Hal ini bertujuan untuk memastikan masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan sembako dan berbagai barang sandang. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa mobilisasi warga dilakukan melalui pendataan oleh perangkat lingkungan serta dukungan transportasi yang dikoordinasikan bersama aparat. Pendataan dilakukan oleh ketua RT/RW agar warga yang berangkat bersama keluarga dapat terorganisasi dengan baik sejak keberangkatan hingga kepulangan.
Skema ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan pengalaman Lebaran yang inklusif, terutama bagi warga yang tidak mudik atau baru kembali dari kampung halaman. Layanan antar-jemput tersebut juga mempermudah akses bagi warga untuk menikmati bazar rakyat di kawasan Monas tanpa harus memikirkan biaya transportasi. Meskipun antusiasme masyarakat tinggi dan antrean sempat memanjang, warga tetap bisa menikmati rangkaian acara yang disediakan selama menunggu.
Teddy juga menyebutkan bahwa konsep mobilisasi ini memiliki potensi untuk diterapkan kembali dalam kegiatan serupa ke depan, seiring dengan partisipasi masyarakat yang semakin tinggi dalam acara tersebut. Selain itu, suasana hiburan rakyat di Monas malam hari, dengan lampu-lampu, musik, dan sebagainya membuat pengalaman mengantre tetap menyenangkan bagi warga. Tindakan ini juga bertujuan untuk menghidupkan ekonomi UMKM pascalebaran.


