Menteri Keuangan yakin bahwa IHSG akan mencapai level 10,000 pada tahun 2026 meskipun pasar saham belakangan ini mengalami pelemahan akibat dinamika konflik Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, kemungkinan pencapaian level ini akan didorong oleh membaiknya prospek perekonomian Indonesia dibandingkan dengan negara-negara tetangga dan anggota G20. Purbaya juga menekankan bahwa kondisi pasar saat ini sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh investor untuk berinvestasi di saham-saham yang memiliki fundamental yang kuat. Meskipun IHSG melemah pada bulan terakhir, ada keyakinan bahwa fondasi ekonomi Indonesia kuat dan dapat bertahan. Pada hari Senin, IHSG ditutup melemah, namun sektor kesehatan dan sektor barang konsumen non primer mengalami kenaikan. Meskipun demikian, ada beberapa sektor yang turun, seperti sektor properti dan energi. Secara keseluruhan, pergerakan IHSG dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik dari dalam maupun luar negeri. Perdagangan saham regional Asia juga memberikan gambaran yang serupa, di mana beberapa indeks saham mengalami pelemahan namun ada juga yang menguat. Dengan demikian, pergerakan pasar saham akan terus dipantau untuk melihat perkembangan selanjutnya.


