Monday, April 20, 2026
HomeFinansialMenko Airlangga Usulkan Perppu untuk Mengatasi Defisit APBN

Menko Airlangga Usulkan Perppu untuk Mengatasi Defisit APBN

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengusulkan penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) untuk mengantisipasi skenario buruk imbas perang di kawasan Asia Barat. Hal ini dapat membuka peluang defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melebihi tiga persen. Menurut Airlangga, jika perang berlanjut, yang akan berdampak pada kenaikan harga minyak mentah dunia, defisit APBN tiga persen akan sulit dipertahankan. Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Airlangga memberikan penjelasan tentang pentingnya penetapan Perppu, terutama dalam situasi COVID-19 sebelumnya. Usulan isi Perppu yang disampaikan oleh Airlangga antara lain terkait insentif Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sektor terdampak, pembebasan bea masuk impor untuk bahan baku tertentu demi kelancaran ekspor, penundaan pajak bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta industri padat energi, serta potensi mendapatkan windfall dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) migas dan komoditas. Dengan adanya Perppu, Airlangga meyakini bahwa pemerintah akan memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam mengatasi situasi tersebut. Skenario terburuk imbas perang yang disampaikan oleh Airlangga adalah defisit APBN yang melampaui angka 4 persen. Airlangga juga menyatakan bahwa dengan Perppu, pemerintah akan memiliki fleksibilitas dalam kebijakan yang diterapkan, seperti lanjutan Bantuan Langsung Tunai (BLT) energi dan penambahan sosial darurat. Selain itu, penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) juga bisa dilakukan dan menggunakan Saldo Anggaran Lebih (SAL).

Selanjutnya, Airlangga memaparkan tiga skenario imbas perang terhadap keuangan negara jika perang antara Iran versus zionis Israel dan Amerika Serikat berlangsung hingga 10 bulan. Dari tiga skenario yang dipaparkan, skenario terburuknya adalah proyeksi defisit APBN yang dapat melebihi angka 4 persen. Hal ini diungkapkan Airlangga saat Sidang Kabinet Paripurna bersama Presiden Prabowo. Selain itu, dalam rapat tersebut, Airlangga menjelaskan bahwa harga minyak mentah dunia sebesar 115 dolar AS per barel, kurs rupiah sebesar Rp17.500 per dolar AS, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen, imbal hasil surat berharga sebesar 7,2 persen, dan defisit mencapai 4,06 persen.(gca)

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler