Kementerian Pertanian mendorong masyarakat agar tetap tenang dan rasional dalam berbelanja pangan selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terkendali di tengah meningkatnya permintaan. Dalam upaya ini, Kementan mengedukasi masyarakat melalui talkshow interaktif Tani On Stage dengan tema “Belanja Pangan Tanpa Panik, Belanja Bijak itu Asyik!” di Kota Depok, Jawa Barat. Program tersebut merupakan bagian dari Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Selain itu, pemerintah juga melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pangan, seperti Gerakan Pangan Murah, fasilitasi distribusi pangan, pengawasan Harga Eceran Tertinggi (HET), dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Nita Yulianis, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan nasional karena stok pangan saat ini cukup. Namun, ia juga menekankan agar masyarakat mengurangi pemborosan pangan dengan melakukan pengolahan sederhana di rumah.
Dalam upaya menjaga keamanan pangan, penting bagi masyarakat untuk memahami konsep ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) dalam memilih pangan. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya belanja bijak dan pengelolaan pangan yang baik agar momen Ramadhan dan Idul Fitri dapat dijalani dengan lebih tenang dan sehat. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menegaskan bahwa stok pangan nasional hingga Maret 2026 berada dalam kondisi aman, terutama untuk komoditas pangan pokok strategis. Selain itu, sembilan komoditas tersebut telah mencapai swasembada, termasuk beras, gula, cabai, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.


