Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirat baru-baru ini meninjau lokasi tanah yang akan dijadikan pembangunan Rumah Susun di Kota Depok, Jawa Barat. Lahan ini dimiliki oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan rencananya akan dilakukan land clearing agar menjadi lahan siap bangun dalam waktu enam bulan ke depan. Maruarar Sirait, atau Ara, berkomitmen untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk TNI, Polri, dan Pemerintah Kota Depok, guna memastikan pelaksanaan pembangunan Rusun Depok berjalan lancar.
Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, juga memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan rusun Depok yang direncanakan khusus untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Lahan seluas 45 hektare yang akan dibangun rusun tersebut dikonfirmasi telah selesai masalah hukumnya oleh Komdigi. Chandra menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi kebutuhan pembangunan rumah susun MBR, mulai dari land clearing, penertiban, hingga perizinan.
Diharapkan bahwa proses pembangunan ini dapat terealisasi dengan lancar sehingga dapat memberikan manfaat bagi warga yang belum memiliki rumah. Adapun target dari pembangunan rusun ini adalah untuk memberikan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Depok. Semua proses pembangunan akan diupayakan agar dapat dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan.


