Kepala Badan Pangan Nasional (Kabapanas) dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pasokan dan harga pangan nasional akan tetap terkendali hingga pertengahan puasa Ramadhan 1447 Hijriah. Hal ini dapat terjadi berkat perkuatan distribusi dan pengawasan di berbagai daerah. Tren penurunan harga pangan terlihat pada beberapa komoditas strategis meski masih ada beberapa yang mengalami sedikit kenaikan harga, namun kondisi tersebut masih dinilai wajar.
Menurut Amran, harga komoditas pangan pokok mulai menunjukkan stabilitas bahkan cenderung menurun, memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan juga produsen. Pemerintah menekankan pentingnya stabilitas harga pangan dirasakan oleh semua pelaku rantai pasok, mulai dari petani hingga masyarakat konsumen. Dengan pasokan yang terjaga dan distribusi yang terus dipantau, harga pangan dapat terkendali.
Kenaikan harga tertentu perlu dilihat sebagai bagian dari keseimbangan pasar agar produsen tetap mendapat manfaat ekonomi, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Data Indeks Perkembangan Harga (IPH) menunjukkan harga daging ayam ras sedikit di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen. Namun, tren penurunan harga masih terjadi di banyak daerah, termasuk pada komoditas hortikultura seperti cabai rawit, cabai merah, bawang putih, dan bawang merah.
Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga harga pangan agar tetap wajar, seperti yang terlihat dengan fluktuasi harga pangan yang semakin terkendali menjelang Ramadhan. Pedagang di Pasar Johar, Karawang, Jawa Barat melaporkan bahwa harga beberapa komoditas pangan mulai menurun, menunjukkan stabilnya pasokan menjelang bulan suci Ramadan. Harga ayam, cabai, bawang, dan daging sapi juga menunjukkan tren penurunan, memberikan harapan bagi konsumen dan produsen.


