Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama pemerintah berkomitmen untuk mengatasi fluktuasi harga pangan menjelang dan sesudah Idul Fitri 1447 Hijriah. Stabilisasi pasokan dan distribusi pangan menjadi fokus utama dalam menjaga ketersediaan dan harga yang terjangkau bagi masyarakat. Prediksi fluktuasi harga pangan pokok semakin dekat dengan Idul Fitri telah diantisipasi dengan program intervensi pangan yang dilakukan secara masif. Pemerintah tetap menjaga produksi pangan dalam negeri sebagai prioritas utama, sementara program bantuan pangan beras dan minyak goreng juga diperkuat melalui Badan Urusan Logistik (Bulog). Program ini tidak hanya dimaksudkan untuk mengatasi fluktuasi harga, tetapi juga untuk membantu masyarakat kurang mampu, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Persiapan dan pelaksanaan program bantuan pangan terus didorong untuk mencapai sasaran 33,2 juta keluarga penerima manfaat. Berbagai langkah telah diambil oleh Bapanas dan Bulog agar program ini dapat berjalan lancar, dengan harapan dapat membantu masyarakat Indonesia, terutama di bulan suci Ramadan.


