Wednesday, August 19, 2026
HomeBursaIHSG Melemah Akibat Konflik AS-Iran: Investor Pilih Risk-Off

IHSG Melemah Akibat Konflik AS-Iran: Investor Pilih Risk-Off

Pada Jumat sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah seiring dengan sikap risk-off investor akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran yang masih berlangsung. IHSG turun 124,85 poin atau 1,62 persen ke posisi 7.585,68, sedangkan indeks LQ45 juga mengalami penurunan sebesar 11,77 poin atau 1,49 persen ke posisi 776,04. Investor cenderung merotasi ke aset safe haven seperti emas dan dolar AS dengan melikuidasi saham big caps untuk menghindari instrumen berisiko tinggi.

Muhammad Wafi, Head of Research PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia (KISI), menegaskan bahwa sentiment risk-off investor dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah dan tingginya yield US Treasury akibat ekspektasi suku bunga The Fed yang tertahan tinggi. Pelaku pasar menantikan data ekonomi seperti rilis data inflasi (CPI) dan tenaga kerja (NFP) AS, yang akan mempengaruhi kebijakan The Fed, serta perkembangan resolusi konflik Timur Tengah.

Di dalam negeri, depresiasi nilai tukar rupiah dipicu oleh pemangkasan outlook kredit Indonesia menjadi negatif oleh Fitch Ratings, yang juga mengakibatkan capital outflow (dana asing keluar) dalam jumlah besar. Pelaku pasar juga menantikan respons kebijakan Bank Indonesia untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dan mengurangi tekanan net sell (aksi jual) asing.

Pada perdagangan saham, IHSG dibuka melemah dan tetap berada di zona merah sepanjang hari. Seluruh sektor di IDX-IC mengalami penurunan, dengan sektor industri menjadi yang paling turun dengan 3,67 persen. Beberapa saham seperti SKBM, ALKA, TPIA, ICON, dan EURO mengalami penguatan harga, sementara saham seperti KOTA, RODA, LAND, ENRG dan ENZO mengalami pelemahan.

Dalam frekuensi perdagangan, tercatat sebanyak 1.946.837 kali transaksi dengan nilai saham yang diperdagangkan mencapai Rp17,77 triliun. Sementara bursa saham Asia lainnya juga mengalami kenaikan, seperti indeks Nikkei, Shanghai, Hang Seng, dan Strait Times. Seluruh informasi ini menjadi acuan bagi investor dan pelaku pasar untuk melihat perkembangan pasar saham secara menyeluruh.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler