Wednesday, August 19, 2026
HomeBursaIHSG Melemah ke 7.939,77 Akibat Eskalasi Konflik di Timteng

IHSG Melemah ke 7.939,77 Akibat Eskalasi Konflik di Timteng

Kekhawatiran dampak perang yang berkepanjangan telah menciptakan sentimen negatif di pasar saham Indonesia. IHSG BEI ditutup melemah pada Selasa, dengan penurunan sebesar 0,96 persen ke posisi 7.939,77. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Kepala Riset Phintraco Sekuritas Rarna Lim menyoroti bahwa perang antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel telah berlangsung dengan cepat dan harus diwaspadai. Trump bahkan memperingatkan bahwa perang tersebut mungkin berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya. Israel juga ikut terlibat dengan menargetkan Iran dan Lebanon secara bersamaan, menimbulkan ketegangan lebih lanjut di kawasan tersebut. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran juga mengakibatkan gejolak di pasar energi global, yang diperkirakan akan memberikan dampak signifikan bagi negara-negara di Asia. Dampak ini bisa berupa kenaikan harga minyak mentah dan inflasi. Meskipun IHSG sempat dibuka menguat, namun pada penutupan perdagangan saham, IHSG akhirnya bergerak di zona merah. Beberapa sektor saham mengalami kenaikan, namun sebagian besar sektor saham turun. Saham-saham seperti MPOW, RMKO, dan HUMI mengalami penguatan, sementara saham-saham seperti INDS dan JAYA mengalami pelemahan. Frekuensi perdagangan saham hari ini mencapai 2.956.399 kali transaksi, dengan saham yang diperdagangkan senilai Rp29,80 triliun. Bursa saham regional Asia juga mengalami tekanan pada Selasa sore, dengan IHSG Nikkei dan Shanghai melemah, sementara indeks Strait Times menguat sedikit. Penurunan ini memberikan dampak yang signifikan bagi pasar saham global, dan investor diimbau untuk tetap rasional di tengah tensi geopolitik yang tinggi.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler