Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) memainkan peran penting dalam membantu masyarakat ketika terjadi bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Mereka secara aktif menyalurkan bantuan ke daerah-daerah terpencil untuk mendukung upaya penanganan bencana. Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal Zakaria Ali, menegaskan bahwa kehadiran Satpol PP dan Satlinmas menjadi penanda penting keberadaan negara di tengah-tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat. Safrizal menjelaskan, peran keduanya sangat dirasakan oleh masyarakat dan merupakan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat selama bencana.
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Satpol PP dan Satlinmas, tahun ini tema yang diusung adalah Trantibumlinmas Tangguh untuk Pembangunan Berkelanjutan. Hal ini mencerminkan tekad untuk menciptakan stabilitas sosial, kepastian hukum daerah, dan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Trantibumlinmas adalah prasyarat utama bagi investasi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Safrizal menekankan bahwa Satpol PP dan Satlinmas memiliki peran krusial dalam menjaga ketertiban umum, memberikan perlindungan kepada masyarakat, dan mendukung sistem perlindungan masyarakat dalam situasi darurat seperti bencana alam.
Ketenteraman dan ketertiban umum adalah fokus utama dalam membangun fondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan. Safrizal juga menegaskan pentingnya responsivitas dan kerjasama antarinstansi dalam menangani bencana. Dalam setiap insiden bencana, kehadiran Satpol PP dan Satlinmas sebagai representasi negara yang hadir melindungi menjadi sangat vital. Diharapkan, Satpol PP dan Satlinmas semakin profesional, modern, dan berintegritas dalam menjalankan tugasnya sebagai garda terdepan penegakan Peraturan Daerah, menjaga stabilitas wilayah, serta mendukung sistem penanggulangan bencana yang tangguh.


