PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sudah menyiapkan uang tunai sejumlah Rp23,97 triliun untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah serta mengantisipasi lonjakan penarikan dan peningkatan transaksi saat arus mudik Lebaran mencapai puncaknya. Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyebutkan bahwa likuiditas ini telah disesuaikan dengan perkiraan kenaikan kebutuhan masyarakat selama periode tersebut. Sebanyak Rp16,64 triliun dialokasikan untuk mengisi ATM dan CRM, sementara Rp7,33 triliun disiapkan untuk transaksi di outlet kantor cabang. Diperkirakan bahwa kebutuhan uang tunai selama periode tersebut mencapai Rp1,71 triliun per hari, mempertimbangkan tren peningkatan transaksi seperti pencairan THR, belanja kebutuhan Lebaran, dan persiapan mudik. BNI juga telah mengoptimalkan jaringan layanan fisik dan digitalnya, termasuk pengoperasian kantor cabang terbatas dan Layanan Gerak BNI (O-Branch) di beberapa lokasi strategis. Aplikasi wondr by BNI juga terus didorong untuk memberikan layanan perbankan yang luas. Dengan persiapan likuiditas Rp24 triliun dan dukungan jaringan layanan yang kuat, BNI bertekad memastikan kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Lebaran 2026 terpenuhi dengan lancar dan terintegrasi melalui berbagai kanal. Tidak hanya melalui layanan fisik, BNI juga terus berinovasi dalam layanan digital untuk memenuhi kebutuhan perbankan nasabah selama periode mudik dan Idul Fitri.


