Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti urgensi pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan bagi angkatan kerja muda, termasuk lulusan SMA dan SMK. Dalam upaya mewujudkan SDM Unggul Indonesia Emas pada tahun 2045, Menko Airlangga menggarisbawahi pentingnya kesiapan angkatan kerja muda, yang merupakan bagian yang signifikan dari total angkatan kerja Indonesia, terutama lulusan SMA dan SMK.
Data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan bahwa jumlah lulusan SMA dan SMK di tahun 2024-2025 mencapai 3,28 juta orang. Persentase lulusan SMA dan SMK dari total angkatan kerja nasional menjadi perhatian serius pemerintah, dengan 20 persen adalah lulusan SMA dan 14 persen adalah lulusan SMK.
Dalam upaya meningkatkan kesempatan pekerjaan bagi lulusan SMA dan SMK di sektor formal, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan telah mempersiapkan program Pelatihan Vokasi Nasional. Program ini akan dimulai pada April 2026 dan mencakup berbagai kejuruan seperti teknologi informasi, bisnis, pariwisata, otomotif, dan lainnya.
Dengan memanfaatkan program pelatihan vokasi ini, diharapkan para lulusan SMA dan SMK dapat memperoleh keahlian dan sertifikasi kompetensi yang diperlukan di lapangan kerja. Proses pelatihan akan dilakukan melalui daring, luring, dan hibrida, didukung oleh mentor bersertifikasi.
Pemerintah juga memberikan fasilitas bagi peserta program, termasuk makan siang, uang transportasi harian, serta asuransi kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Para peserta juga akan menerima modul pelatihan dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi setelah menyelesaikan program.
Menko Airlangga berharap agar pelajar SMA dan SMK dapat memperpendek jarak antara pendidikan dengan lapangan kerja melalui program pelatihan vokasi ini. Informasi lebih lanjut mengenai program Pelatihan Vokasi Nasional dapat diakses melalui laman skilhub.kemenaker.go.id.


